Cara membuat silase kering menjadi solusi di kawasan yang terdapat dua musim seperti di Indonesia.
Musim hujan dan musim kemarau menjadi perhatian penting bagi peternak yang memelihara ternak karena terbatasnya rerumputan pada musim kemarau.
Silase merupakan pengolahan pakan ternak yang difermentasi lalu disimpan dalam kantong plastic yang kedap udara atau barrel dalam kondisi kedap udara atau anaerob.
Cara Membuat Silase Kering

Bahan Bahan Pembuatan Silase Kering
- Tetes tebu(molasses) = 3% dari bahan silase
- Dedak hulus =5% dari bahan silase
- Menir =3.5% dari bahan silase
- Onggok = 3% dari bahan silase
- Rumput Gajah atau hijauan sebagai bahan silase
- Silo atau kantong plastik.
Cara membuat Silase Kering
- Potong rumput hijau menjadi potongan 5-10 cm menggunakan parang atau mesin chopper.
- Dengan memotong rumput menjadi kecil-kecil, kita memastikan tidak ada ruang kosong di dalam silo sehingga mencegah masuknya udara dan air.
- Masukkan campuran pakan ke dalam barrel dan padatkan dengan kuat agar tidak ada ruang kosong.
- Isilah silo hingga penuh, bahkan sedikit di atas permukaannya untuk mengantisipasi penyusutan.
- Bahan pakan ternak dimasukkan sampai melebihi permukaan silo untuk menjaga kemungkinan terjadinya penyusutan isi dari silo.
- Pastikan tidak ada ruang kosong antara tutup silo dan permukaan pakan.
- Tutup rapat silo dengan lembaran plastik.
- Berikan pemberat di atas tutup silo untuk menjaga agar tetap tertutup rapat.
Ciri-ciri silase yang baik.
- Rasa dan wanginya asam
- Warna pakan ternak masih hijau
- Teskstur rumput masih jelas
- Tidak berjamur, tidak berlendir, dan mengumpal
Tujuan Membuat Silase Untuk Pakan Ternak
- Sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak (seperti cara membuat silase pakan sapi) pada saat musim tanpa penghujan (kemarau) yang panjang.
- Untuk meyimpan dan menampung pakan hijauan yang berlebih pada saat musim hujan.
- Silase dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu pada saat musim kemarau ataupun saat minimnya kesediaan pakan.
- Memanfaatkan pakan hijauan pada saat kondisi dengan nilai nutrisi terbaik seperti protein yang tinggi.
- Mendayagunakan sumber pakan dari sisa limbah pertanian ataupun hasil agroindustri pertanian dan perkebunan seperti bekatul, dedak, bungkil sawit, ampasa tahu,tumpi jagung, janggel jagung.
Kesimpulan
Pembuatan silase merupakan solusi efektif untuk mengatasi permasalahan ketersediaan pakan ternak, terutama saat musim kemarau.
Dengan cara mengawetkan hijauan melalui fermentasi, silase dapat menjadi sumber nutrisi yang baik untuk ternak dalam jangka waktu yang lama.
Proses pembuatan silase kering melibatkan pencacahan hijauan.
Pencampuran cacahan rerumputan dengan bahan tambahan seperti molase dan dedak, kemudian disimpan dalam kondisi kedap udara di dalam silo.
Kondisi anaerob dalam silo akan memicu pertumbuhan bakteri asam laktat yang akan mengawetkan hijauan dan menghasilkan silase berkualitas.
Silase yang baik memiliki ciri-ciri seperti rasa dan aroma asam, warna hijau, tekstur yang jelas, serta bebas dari jamur dan lendir.
Manfaat pembuatan silase:
- Menjamin ketersediaan pakan: Silase menjadi cadangan pakan saat hijauan segar sulit didapat.
- Meningkatkan nilai nutrisi: Proses fermentasi dapat meningkatkan kecernaan pakan.
- Memanfaatkan limbah pertanian: Limbah pertanian dapat dimanfaatkan menjadi bahan-bahan silase.
- Efisiensi biaya: Mengurangi ketergantungan pada pakan komersial.
Dengan membuat silase, peternak tidak hanya dapat mengatasi masalah kekurangan pakan, tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan limbah pertanian yang lebih baik. Silase merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan bagi peternak, terutama di daerah dengan musim kemarau yang panjang.